06/11/12

Looping

Looping adalah teknik dalam dunia DJ untuk mengulang sebuah bagian dari lagu. Bisa juga dikatakan memotong sebuah bagian yang akan berulang di bagian itu saja. Misalkan kita ingin mengulang bagian seorang menyanyi dalam lagu, maka tekanlah tombol "IN' (biasa terletak di kiri atas atau di bawah layar tergantung model CDJ) untuk menentukan potongan awal, lalu tekan tombol "OUT" (di samping tombol IN) untuk menentukan bagian akhir. Setelah kita menekan tombol "OUT" maka lagu akan berulang di bagian itu saja. Lalu untuk keluar dari Looping ini, kita hanya perlu menekan tombol "EXIT" dan lagu akan kembali berjalan seperti biasa. 
Untuk melakukan teknik Looping ini membutuhkan sensitivitas dan konsentrasi yang cukup besar agar perulangan yang kita buat "bersih" dan bagus untuk didengar.
Teknik Looping ini tidak selalu "pas" saat dilakukan, tapi kita bisa saja "memperbaikinya", apabila menurut anda bagian awal Looping kurang bagus, tekan saja tombol "IN" lagi, lalu anda putar saja "jogdial counter" untuk merapikannya, tentu saja secara perlahan. Dan bila anda ingin merapikan bagian akhir, hanya tekan tombol "OUT" dan putar "jogdial counter" dengan perlahan.

Beat Matching

Beat Matching termasuk salah satu teknik dasar yang perlu dikuasai oleh seorang DJ (khususnya pemula). Intinya, Beat Matching adalah proses menyamakan ketukan (beat) antar dua buah lagu yang akan di-mix. Bagaimana caranya agar dua buah lagu bisa dimainkan secara bersamaan tapi bagus untuk didengarkan. Karena itu untuk menguasai Beat Matching, kita memerlukan sensitivitas yang besar, agar suara yang dihasilkan tidak berantakan. Sama seperti dalam Cueing, Beat Matching pun membutuhkan pengetahuan dalam bar. Sebenarnya terserah pada DJ untuk memasukkan beat pada bar keberapa. Tapi ada baiknya bila kita masukkan beat pada awalan bar.
Untuk menyamakan beat, pertama kita perlu menyamakan bpm kedua lagu tersebut agar lebih mudah, lalu kita bisa menyamakan beat dengan fitur 'tempo' dan bila perlu gunakan 'jogdial counter' pada CDJ untuk membantu.

Bagaimana kah cara Beat Matching? Sekiranya inilah gambaran dari Beat Matching.



Cueing

Cueing adalah sebuah teknik dalam dunia DJ untuk menemukan titik awal sebuah lagu (cue bisa diatur sesuai keinginan kita). Pada dasarnya cue sebuah lagu adalah di depan, tapi boleh kita ubah cue itu menjadi di tengah atau bahkan di akhir dengan teknik cueing.
Untuk menemukan sebuah cue kita harus mengerti pembagian bar dulu agar kita tidak salah dalam menentukan cue yang dapat digunakan untuk mix dengan lagu selanjutnya.
Dalam sebuah lagu, perhitungan bar cukup mudah yaitu menghitung dengan ketukan. Dalam satu bar ada 4x8 ketukan.

/ 1 2 3 4 5 6 7 8 / 1 2 3 4 5 6 7 8 / 1 2 3 4 5 6 7 8 / 1 2 3 4 5 6 7 8 /

Biasanya setelah setiap satu bar, akan masuk sebuah element baru dalam lagu tersebut, entah suara, bass, atau yang lainnya.
Cara cueing pada Turntable : 
  • Pertama, nyalakan turntable.
  • Kedua, atur rpm 33 1/3 atau 45 sesuai keinginan dan kebutuhan
  • Ketiga, letakkan jarum di pinggir piringan hitam (paling pinggir)
  • Keempat, tekan tombol start dan biarkan piringan berputar
  • Kelima, bila anda mendengar lagu sudah mulai masuk, maka langsung hentikan piringan hitam dengan tangan anda
  • Keenam, setelah anda 'tangkap' piringan hitamnya, maka putar piringan hitam tersebut ke belakang (kembali ke awal lagu), l
  • Kedelapan, ketika anda sampai di awal lagu, maka anda bisa maju atau mundurkan piringan tersebut hingga anda menemukan titik awal lagu tersebut, itulah cueing. 

Headphone

Salah satu kelengkapan yang wajib dimiliki oleh seorang DJ adalah Headphone. Headphone berfungsi untuk mendengarkan musik yang akan di-mix sebelum akhirnya akan dikeluarkan suaranya ke speaker output melalui mixer. Ada banyak merk Headphone yang tersedia dengan berbagai macam bentuk model.
Sebenarnya semua Headphone adalah sama, yang membedakan hanya harga, model, kualitas suara (terutama bass), merk, dan kenyamanan (berbeda-beda antara setiap DJ)
Technics RP-DJ 1200

Beats Pro Angel by Dr. Dre

Pioneer HDJ-2000

29/09/12

CDJ

CDJ adalah sebuah alat digital yang digunakan oleh para DJ pada jaman sekarang. Berbeda dengan Turntable, CDJ dilengkapi dengan berbagai macam fitur yang mempermudah para DJ untuk bereksplorasi. CDJ tak lagi membutuhkan piringan hitam seperti Turntable, namun dapat menggunakan CD ataupun Flash Disk (USB). Merk dan seri menentukan fitur suatu CDJ. Beberapa merk terkenal yang memproduksi CDJ adalah Pioneer, Numark, dll.
Pioneer CDJ-1000

Beberapa fitur pada CDJ :

  • Cue : sebuah tombol untuk menentukan titik awal lagu akan dimainkan, saat ditekan lagu tidak akan berputar secara keseluruhan, melainkan hanya titik awalnya saja, ketika dilepaskan maka lagu akan berhenti.
  • Play : sebuah tombol untuk memulai sebuah lagu dimainkan secara penuh.
  • Track Search : berguna untuk mencari track atau lagu selanjutnya ataupun sebelumnya.
  • Search : berguna untuk mencari lagu, maksudnya adalah mempercepat atau memperlambat lagu tersebut guna mencari detik atau menit keberapa yang kita inginkan.
  • Tempo : berguna untuk menentukan bpm, agar kecepatan lagu yang kita mainkan sama dengan lagu yang akan di-mix.
  • Hot Cue : tombol ini ada tiga dengan tujuan kita bisa menentukan titik-titik 'hot' dari lagu tersebut, sehingga sewaktu-waktu saat kita menekan hot cue tersebut secara otomatis lagu akan berpindah ke titik lagu yang lain.
  • In, Out, Re-loop : ketiga tombol ini memiliki fungsi "Loop", maksudnya adalah kita bisa menentukan suatu perulangan (looping) pada lagu tersebut, In, menentukan titik awal looping, dan Out, menentukan titik akhir looping. Re-loop berguna untuk memanggil ulang looping yang sudah kita lakukan.
  • Direction : pada dasarnya lagu akan berjalan dari awal sampai ke akhir, tapi saat kita me-reverse pada Direction, maka lagu akan berjalan berbalik arah.
  • Eject : tombol untuk mengeluarkan/eject CD.
  • Dan tentunya masih banyak lagi fitur yang bisa kita temukan pada CDJ
Harga CDJ pun bervariatif tergantung dari seri, semakin baru maka jelas semakin mahal. CDJ dijual sepasang (2 deck) tapi tentu saja, tidak cukup hanya mempunyai CDJ, kit masih membutuhkan Meja/Stand, Mixer, Active Speaker Monitor, Headphone, itu adalah set standar seorang DJ, bisa juga kita menggunakan alat tambahan untuk seorang DJ professional, seperti Serato, Re-loop Play, Sound Card, dll.


27/09/12

Turntable

Turntable adalah sebuah alat manual yang digunakan para DJ untuk melakukan DJ-ing secara manual di awal kemunculan profesi Disc Jockey. 
Sejarahnya, Turntable dibuat oleh Thomas Alfa Edison pada tahun 1877, pada saat itu disebut sebagai Phonograph. Phonograph dulunya terdiri atas paper tape circular disc dan cylinder. Digunakan untuk merekam dan memutar kembali suatu rekaman.
Waktu demi waktu berlalu, Phonograph pun semakin dikembangkan, salah satunya oleh Emile Berner. Ia membuat inovasi Lateral-cut disc Record / analgue disc records yang bisa dimainkan dengan kecepatan 78rpm, 45rpm, dan 33 1/3rpm menggunakan Gramophone / Talking Machine.
Inovasi pun kemudian dilakukan oleh Lenco AG of Oberburg, Switzerland sekitar tahun 1950, drive system, platter, tonearm dan phono cartridge (jarum) pun lahir. Lenco adalah perusahaan yang membuat turntable dengan idler-driver system yang bisa memainkan records dengan kecepatan yang bisa diatur (speed control enable).
Sejak saat itu, Turntable makin pesat berkembang yang biasa dipakai di pasaran.

Sejarah DJ (Disc Jockey)

Disc Jockey atau yang biasa kita sebut dengan DJ adalah seseorang yang berprofesi memainkan musik, rekaman atau apapun yang berjenis suara dengan tujuan menghibur para pendengarnya.
Pada awal mulanya yang disebut seorang DJ adalah para penyiar radio yang memutarkan lagu-lagu populer dengan cara memutarkan 'cakram' karena itu lah mereka disebut Disc Jockey.
Sejarah awal mula DJ Radio :

  1. Christopher Stone (1892-1965) menjadi DJ pertama di The United Kingdom pada tahun 1927.
  2. Martin Block (1901-1967), DJ Radio pertama yang menjadi bintang, menginspirasikan istilah "Disco Jockey".
  3. Alan Freed (1922-1965), menjadi orang pertama yang memperkenalkan musik Rhythm and Blues bangsa Afrika-Amerika di Amerika Serikat dan Eropa dibawah nama Rock and Roll.
  4. Murray "The K" Kaufman (1922-1982), DJ rock and roll berpengaruh untuk pertama kalinya dibayar sebagai "The Fifth Beatle"
  5. Rog Martin (lahir pada tahun 1941), DJ pertama yang memutar hit-hit Top 40 di Stereo pada tahun 1968. Sebuah stasiun radio di Los Angeles menjadi buktinya.
  6. Jimmy Savile (lahir pada tahun 1926), sangat terkenal dalam acara TV BBC bernama Jim'll Fix It yang mengabulkan permintaan penggemarnya yang kebanyakan anak-anak. Pada tahun 1947 dia menjadi DJ pertama yang menggunakan turntable kembar untuk memutar kontinyu setelah dia membayar seorang pekerja logam setempat untuk mengelas dua deck rekaman menjadi satu.
  7. Dick Clark, seorang enterteiner. Lahir pada tahun 1929, pembawa acara pada American Bandstand, acara musik di televisi dengan masa tayang terlama, dikenal baik sebagai salah satu yang menyatukan acara radio secara nasional.
  8. Casey Kasem, lahir pada tahun 1932, seorang DJ dan ahli sejarah, pembawa acara radio terlama yaitu TOP 40. Juga dikenal sebagai pengisi suara Shaggy di serial kartun Scooy-Doo.
  9. Wolfman Jack (1938-1995), keluar dari kecintaannya pada film-film horor dan rock and roll untuk menciptakan suara aneh, yang sangat disukai, salah satu suara radio yang paling disenangi.
  10. John Peel (1939-2004), salah satu DJ asli dari acara radio BBC Inggris, Radio1, dikenal sebagai seorang yang sangat luar biasa pada kesukaannya terhadap musik dan menjuarakan artis-artis yang tidak terkenal.
  11. Jim Ladd (lahir pada tahun 1928), dikenal sebagai salah satu DJ Free from Rock di radio komersial Amerika Serikat.